Jumat, 07 Februari 2020

Terlambat boleh Menyerah Jangan

Akhirnya Jadi Putih Abu-Abu


 Waktu masih sekolah di MA dulu pernah ditanya "mau melanjutkan pendidikan kemana?" Lantas dijawabnya bahwa ia akan melanjutkan pendidikan di tanah Jawa, namun sebelum itu ada beberapa proses perjalanan hidup yang mesti kita ceritakan.
  Senin yang cerah Kala itu di bumi Madrasah Aliyah ku menapakkan kaki di depan gerbang menuju masjid Al Fatah, niat awal pengen sholat duha eh ternyata diajak kawan supaya pergi ke tengah lapangan upacara karena sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah, diharuskan mengikuti masa orientasi siswa untuk mengenal Aliyah lebih dalam, terlepas dari pengetahuanku ketika memilih Madrasah Aliyah sebagai tujuan sekolah lanjutan dari MTs dulu, di hari pertama masuk sekolah  tidak banyak kegiatan belajar mengajar hanya proses pembagian kelas dan kelompok masa orientasi siswa yang disebut Fortasi (Forum Ta'aruf dan Orientasi) setelah semua siswa berhasil dikumpulkan jadi dua baris antara laki-laki dan perempuan secara terpisah, kini tiba saatnya pengenalan diri melalui permainan nyanyi bareng sambil memindahkan sebuah spidol kepada teman di sampingnya dan ketika lagu itu berhenti maka siswa yang mendapati masih memegang spidol tersebut dialah yang pertama kali memperkenalkan diri, setelah beberapa menit kemudian tempo lagu dipercepat dan akhirnya mereka semua memperkenalkan dirinya masing-masing tanpa harus menunggu lagu yang dinyanyikan habis, aku sendiri yang termasuk siswa yang paling bersemangat karena gak nyangka aja, ternyata aku udah jadi pemakai putih abu-abu dengan kondisi fisik yang masih segar bugar, ditambah masa pubertas yang meluap-luap, dengan sedikit kreatif aku melirik seorang siswi nun jauh dihadapanku yang sedang tertawa karena kakak panitia Fortasi yang sedang stand up comedy namun lain halnya denganku yang sibuk curi-curi pandangan dengan siswi itu yang baru ku tahu Hanin namanya. Dalam hatiku berkata "alangkah baiknya jika nanti aku sekelas dengannya".