Perintah berpuasa sudah jauh-jauh hari telah ada sejak jaman Nabi hingga saat ini kita bisa membaca salah satu perintah berpuasa dalam Al Qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)
Dari ayat di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa perintah berpuasa ternyata telah ada sebelum kenabian Nabi Muhammad SAW maka sebagai umat Islam perintah berpuasa merupakan kewajiban yang semestinya dijalankan dengan sepenuh hati dalam rangka menjadi manusia yang bertaqwa.
Kemudian untuk mencapai tingkatan taqwa umat Islam harus berlatih secara bertahap terutama di kesempatan bulan puasa yang memiliki kecenderungan mudahnya beribadah dengan berjamaah, dengan mengetahui pahala yang dijanjikan akan berlipat ganda yang semuanya bisa terwujud manakala mau berusaha melatih diri untuk ikhlas menjalankan ibadah puasa dengan semaksimal kemampuan diri untuk mencapai tingkatan Muttaqin sebagaimana perintah berpuasa yang ada dalam Al Qur'an.
Ibarat sebuah pertandingan sepak bola yang diawali dengan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai pertandingan supaya badan para pemain bola tidak mudah cedera, dan siap bertanding dengan lancar serta bisa totalitas diperlukan yang namanya latihan. Maka diharapkan dengan diberikan kesempatan menjumpai bulan puasa diharapkan bisa memaksimalkan latihan yang sebulan sekali dalam setahun untuk menjadi manusia yang bertaqwa dengan terus memperbaiki diri sampai taqwa itu melekat dalam diri tidak hanya momentum puasa saja, sebab latihan yang baik adalah latihan yang rutin dilakukan sampai menjadi kebiasaan yang membawa kebaikan bagi yang menjalankan kebiasaan itu sendiri.
Contohnya semakin sering pergi ke masjid
Perbanyak membaca Al Qur'an